dari sebuah group di facebook
http://www.facebook.com/group.php?gid=67869707311
I stumbled upon this and thought I would share it with the LCNs
Here are the things that (supposedly) will get you kicked off Facebook:
1. You didn't use your real name
Don't try to use a nickname (or initials)in lieu of the name on your birth certificate, because Facebook will find you and spit you out.
2. You joined too many groups
Remember that the maximum limit is 200 groups per user. More than that just looks desperate, don't you think?
3. You posted too many messages on a wall or in a group
Even Guy Kawasaki had his account disabled--in his case for "excessive evangelism."
4. You posted in too many groups, too many user's walls
You may be axed for being too verbose in too many places. That's what spammers do, silly. On Facebook it is better--or at least safer--to be seen than heard.
5. You friended too many people
Not so long ago this was a prime cause of disabled accounts, but Facebook has instituted a maximum of 5000 friends that should protect you from yourself.
6. Your school/organization affiliation is doubtful
The overlords are sometimes not very trusting, and they may accuse you of not graduating from Harvard (or Plum Senior High School). The impertinence! Better have your diploma ready.
7. You're poking too many people
We've heard this from multiple sources, and it's easy enough to avoid. Save the pokes for people you *really* like, as mum always said. But beware the odd FB app that pokes on your behalf.
8. For advertising your app on wall posts
The line between spam and self-promotion is a thin one, but let it be known that pimping your shiny new Facebook app is definitely considered SPAM.
9. Using duplicate text in multiple messages
Some people paste a generic welcome message into friend requests to save time. DON'T DO THIS! It makes you look like a spammer. (Ironically, pro spammers are probably randomizing their messages to avoid this trap)
10. You are a cow, dog, or library
Being a real person is not enough, you must be a homo sapien. Accounts have been deleted for cows, dogs and libraries.
11. You are under eighteen years old
According to one report a user's account was suspended when they suspected her of being under 18. She was required to enter a work email address to prove her maturity, at which point her account was reinstated. [note: other users have pointed out that being under 18 is fine if you're part of a High School group, though underage home schoolers have been told to bugger off]
12. You wrote offensive content
Reports of "sudden death" on accounts have been reported by users who were told they had posted offensive content, but were not provided details of the offense.
13. You scraped information off Facebook
They have a zero tolerance policy for page scraping (i.e. pulling content off their web pages via a script). Unfortunately, they don't have a reliable way of proving it's you who's doing the scraping (IP matching is probably as good as they can get), so you may find this a difficult charge to defend yourself against.
14. Opening multiple accounts. If you are found opening multiple accounts and Facebook ties those accounts to you, then you may be disabled. Now, I can not tell you that multiple does not mean two; as that is not clear. I know a few of you have two accounts, one for personal and one for things like Mafia Wars, Business, games, etc.
If you have seen or heard of anymore reasons then fill free to add or comment on these.
Sean Italiane
[LCN] Joey "The Mini Guinea" Zambino
Thursday, 9 April 2009
Wednesday, 11 March 2009
Harga BBM bentar lagi akan naik?
Seperti biasa, kalau pemerintah mengatakan harga BBM tidak akan naik, berarti kita harus siap-siap menerima segala kemungkinan... hehehehe
http://www.detikfinance.com/read/2009/03/11/105933/1097557/4/harga-bbm-belum-akan-naik
Jakarta - Pemerintah kembali menegaskan harga BBM belum akan dinaikkan pada evaluasi tanggal 15 Maret 2009. Harga BBM belum akan naik meskipun harga BBM internasional dan Indonesia Crude Price (ICP) mulai menunjukkan kenaikan.
Hal ini dikatakan oleh Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta ketika ditemui di kantornya, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Rabu (11/3/2009).
selanjutnya: lihat link itu ya
http://www.detikfinance.com/read/2009/03/11/105933/1097557/4/harga-bbm-belum-akan-naik
Jakarta - Pemerintah kembali menegaskan harga BBM belum akan dinaikkan pada evaluasi tanggal 15 Maret 2009. Harga BBM belum akan naik meskipun harga BBM internasional dan Indonesia Crude Price (ICP) mulai menunjukkan kenaikan.
Hal ini dikatakan oleh Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta ketika ditemui di kantornya, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Rabu (11/3/2009).
selanjutnya: lihat link itu ya
Thursday, 22 January 2009
Saturday, 17 January 2009
space-time continuum: Pengalaman Seru Demo di Chicago dan Washington DC, 9-10 Januari 2009
Artikel menarik:
Heeeyyy Obama! We want change in Gaza now!
Gaza, Gaza, don't you cry!Palestine Will Never Die!
space-time continuum: Pengalaman Seru Demo di Chicago dan Washington DC, 9-10 Januari 2009
Heeeyyy Obama! We want change in Gaza now!
Gaza, Gaza, don't you cry!Palestine Will Never Die!
space-time continuum: Pengalaman Seru Demo di Chicago dan Washington DC, 9-10 Januari 2009
Monday, 5 January 2009
Benarkah korupsi sudah mendarah daging ?
Seringkali kita mendengar pendapat bahwa korupsi di Indonesia adalah hal yang paling sulit diberantas. Karena dari kanak-kanak, tindakan korup sudah dimaafkan. Contoh, bila kita menyuruh anak kita membeli telor ke warung, kita tahu bahwa harga telor adalah 950 per butir. Nah waktu kita titip uang 2000 rupiah untuk dibelikan 2 butir telor, berarti ada kembalian sebesar 100 rupiah.
100 rupiah tersebut jarang kita mintakan pertanggungjawabannya. Biasanya kita diamkan saja bila kembalian 100 rupiah tersebut tidak diberikan oleh anak.
Berikut ini ada berita yg cukup membuat kaget dan prihatin, saya ambil dari Radar Tulungagung:
http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=53526
Bukti kalau korupsi tidak akan bisa diberantas :(
Kantin Kejujuran Merugi: Modal Rp 1,5 Juta Tinggal Rp 90 Ribu
TULUNGAGUNG - Kantin kejujuran di SMAN 1 Boyolangu, Tulungagung diduga bangkrut. Indikasinya, dari modal awal Rp 1,5 juta kini tinggal Rp 90 ribu. Bahkan kanting yang di-launching Bupati Tulungagung saat peringatan Hari Anti Korupsi pada 9 Desember itu, sudah tutup sejak 23 Desember lalu.
"Modal Rp 1,5 juta dibelanjakan sesuai kebutuhan oleh pengelola kantin kejujuran yang terdiri dari beberapa guru dan siswa di SMAN I Boyolangu," kata NN, siswa SMAN 1 Boyolangu.
Gejala kebangkrutan sudah terlihat dari awal. Diungkapkan siswa tersebut, baru dua hari kantin kejujuran berjalan, modal sudah menyusut Rp 600 ribu. Sehingga dari Rp 1,5 juta tinggal Rp 900 ribu.
Sebenarnya, pihak sekolah sudah mewanti-wanti kepada siswa untuk bertindak jujur. Hal itu disampaikan dalam upacara tiap hari Senin. Kepala SMAN 1 Boyolangu Suwari sendiri yang menyampaikan ke siswa. "Rupanya, himbauan itu tidak diindahkan oleh siswa. Bukan bati (untung, red) tapi kantin kejujuran malah merugi. Kini modal tinggal Rp 90 ribu," terang NN.
Siswa-siswi sekolah favorit itu, ucapnya, bertindakan kurang terpuji. Misalnya, dengan uang Rp 1.000 namun mengambil makanan lebih dari Rp 5.000. Akibatnya, sejak 23 Desember lalu, kantin kejujuran di SMAN 1 Boyolangu tutup.
Muarif, guru Bahasa Inggris sekaligus pembina kantin kejujuran SMAN 1 Boyolangu, membantah jika kantin kejujuran dinyatakan tutup. "Setahu saya, tidak benar jika kantin kejujuran dinyatakan tutup, namun hanya mengalami kerugian saja," katanya saat dihubungi via handpone.
Bahkan, lanjutnya, pihak sekolah melakukan pembinaan satu minggu sekali. "Saya sangat tidak sepakat jika sampai kantin kejujuran tutup, harus tetap buka. Karena program tersebut sangatlah bagus untuk mendidik siswa. Bagi kami, kondisi itu masih dalam batas kewajaran. Kan masih dalam proses," kata Muarif. (tri)
100 rupiah tersebut jarang kita mintakan pertanggungjawabannya. Biasanya kita diamkan saja bila kembalian 100 rupiah tersebut tidak diberikan oleh anak.
Berikut ini ada berita yg cukup membuat kaget dan prihatin, saya ambil dari Radar Tulungagung:
http://jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=53526
Bukti kalau korupsi tidak akan bisa diberantas :(
Kantin Kejujuran Merugi: Modal Rp 1,5 Juta Tinggal Rp 90 Ribu
TULUNGAGUNG - Kantin kejujuran di SMAN 1 Boyolangu, Tulungagung diduga bangkrut. Indikasinya, dari modal awal Rp 1,5 juta kini tinggal Rp 90 ribu. Bahkan kanting yang di-launching Bupati Tulungagung saat peringatan Hari Anti Korupsi pada 9 Desember itu, sudah tutup sejak 23 Desember lalu.
"Modal Rp 1,5 juta dibelanjakan sesuai kebutuhan oleh pengelola kantin kejujuran yang terdiri dari beberapa guru dan siswa di SMAN I Boyolangu," kata NN, siswa SMAN 1 Boyolangu.
Gejala kebangkrutan sudah terlihat dari awal. Diungkapkan siswa tersebut, baru dua hari kantin kejujuran berjalan, modal sudah menyusut Rp 600 ribu. Sehingga dari Rp 1,5 juta tinggal Rp 900 ribu.
Sebenarnya, pihak sekolah sudah mewanti-wanti kepada siswa untuk bertindak jujur. Hal itu disampaikan dalam upacara tiap hari Senin. Kepala SMAN 1 Boyolangu Suwari sendiri yang menyampaikan ke siswa. "Rupanya, himbauan itu tidak diindahkan oleh siswa. Bukan bati (untung, red) tapi kantin kejujuran malah merugi. Kini modal tinggal Rp 90 ribu," terang NN.
Siswa-siswi sekolah favorit itu, ucapnya, bertindakan kurang terpuji. Misalnya, dengan uang Rp 1.000 namun mengambil makanan lebih dari Rp 5.000. Akibatnya, sejak 23 Desember lalu, kantin kejujuran di SMAN 1 Boyolangu tutup.
Muarif, guru Bahasa Inggris sekaligus pembina kantin kejujuran SMAN 1 Boyolangu, membantah jika kantin kejujuran dinyatakan tutup. "Setahu saya, tidak benar jika kantin kejujuran dinyatakan tutup, namun hanya mengalami kerugian saja," katanya saat dihubungi via handpone.
Bahkan, lanjutnya, pihak sekolah melakukan pembinaan satu minggu sekali. "Saya sangat tidak sepakat jika sampai kantin kejujuran tutup, harus tetap buka. Karena program tersebut sangatlah bagus untuk mendidik siswa. Bagi kami, kondisi itu masih dalam batas kewajaran. Kan masih dalam proses," kata Muarif. (tri)
Wednesday, 3 December 2008
Sistem AC Hemat Energi
Rizor mengeluarkan satu lagi produk unggulannya yang baru yaitu Rizor Air Conditioner Efficiency System (Rizor ACES).
Rizor sistim Air Conditioning hemat energi ini merupakan sebuah sistem yang memungkinkan anda menggunakan lebih dari 1 blower AC untuk mendapatkan pendinginan ruangan lainnya, dengan hanya menggunakan 1 mesin kompresor saja, sehingga penghematan pengeluaran biaya listrik dapat maksimal.
Info: Sistem AC Hemat Energi
Rizor sistim Air Conditioning hemat energi ini merupakan sebuah sistem yang memungkinkan anda menggunakan lebih dari 1 blower AC untuk mendapatkan pendinginan ruangan lainnya, dengan hanya menggunakan 1 mesin kompresor saja, sehingga penghematan pengeluaran biaya listrik dapat maksimal.
Info: Sistem AC Hemat Energi
Thursday, 27 November 2008
Benarkah hasil dynotest ini?
Turbo dan Rizor
Ingin meningkatkan performa mesin (bensin dan diesel) non turbo? Ada beberapa cara dari yang paling murah harga nya
1. Pakai saringan udara free flow
2. Pakai saringan bahan bakar free flow
3. Pasang maximizer 2A (meningkatkan performa mesin non turbo) dan RFP (mesin diesel)
4. Bila masih kurang puas, copot maximizer 2A nya, lalu pasang turbo charger, pasti tenaga meningkat drastis
5. Turbo ternyata masih ngeden di rpm bawah, turbo lag geto lhooo.. :-P, pasang maximizer 2B...., mengurangi turbo lag secara significant
6. Masih kurang puas? Ganti dengan mobil anda dengan mesin yang ber cc lebih besar dan pake turbo juga, jangan lupa turbonya harus VGT dan injectionpump-nya bila diesel, harus commonrail.
7. Masih kurang puas juga, tenaga standard pabrik payah.. Pasang piggy back..
8. Masih kurang puas juga, piggyback tidak menyelesaikan masalah turbo lag, dan back pressure.. pasang rizor max2B dan RFP :)
9 Masih kurang puas? kembali ke langkah nomor 6 :-P
Kesimpulan "Maximizer 2B adalah solusi untuk semua turbocharger"
Posting ini ditujukan pada yang mau baca... thanks :)
1. Pakai saringan udara free flow
2. Pakai saringan bahan bakar free flow
3. Pasang maximizer 2A (meningkatkan performa mesin non turbo) dan RFP (mesin diesel)
4. Bila masih kurang puas, copot maximizer 2A nya, lalu pasang turbo charger, pasti tenaga meningkat drastis
5. Turbo ternyata masih ngeden di rpm bawah, turbo lag geto lhooo.. :-P, pasang maximizer 2B...., mengurangi turbo lag secara significant
6. Masih kurang puas? Ganti dengan mobil anda dengan mesin yang ber cc lebih besar dan pake turbo juga, jangan lupa turbonya harus VGT dan injectionpump-nya bila diesel, harus commonrail.
7. Masih kurang puas juga, tenaga standard pabrik payah.. Pasang piggy back..
8. Masih kurang puas juga, piggyback tidak menyelesaikan masalah turbo lag, dan back pressure.. pasang rizor max2B dan RFP :)
9 Masih kurang puas? kembali ke langkah nomor 6 :-P
Kesimpulan "Maximizer 2B adalah solusi untuk semua turbocharger"
Posting ini ditujukan pada yang mau baca... thanks :)
Wednesday, 26 November 2008
Mengapa Rizor tidak mau di dyno?
Karena alat dyno bisa diatur sesuai dengan keinginan produsen alat peningkat tenaga mesin atau justru konsumennya. Ada batas pemakaian sampai alat dynometer harus di tera ulang. Lembaga tera yang ada di Indonesia sendiri, tidak mempunyai standardisasi untuk mentera alat dynometer.
Pernah dalam suatu forum, saya melihat ada seseorang dengan bangganya mempost hasil dyno mesinnya (on wheel dyno). Kebetulan mobil yang dipasang alat peningkat performa naik horsepowernya dari 86 HP menjadi 130 HP :))
Klaim pabrik untuk mobil tersebut 78 HP (panther ls turbo) :-P , itupun klaim pabrik didasarkan atas pengukuran dyno di lab pabrik dan merupakan hasil terbaik, dan melakukan dyno atas flywheel (flywheel dyno)..
Jadi, bagaimana mungkin flywheel dyno dibandingkan dengan onwheel dyno hasil yang lebih bagus onwheel dyno seperti yang di posting oleh orang tersebut? :-P ketahuan bohongnya .... (you know who he is)
Lalu apa dong yang dilakukan oleh RIZOR untuk membuktikan kalau alat Max2A dan Max2B menghasilkan peningkatan tenaga? (torsi dan HP). Kan kita nggak mau beli kucing dalam karung :)
1. Kami melakukan uji akselerasi 0-100 km per jam sebelum pemakaian dan setelah pemasangan dengan metode kampung (stopwatch), kami jamin ada peningkatan akselerasi 0-100 lebih dari 1 detik, uji tersebut, dilakukan berkali-kali sampai customer puas (torsi meningkat)
2. Melakukan uji top rpm. Misal tadinya sebuah mobil BMW hanya sanggup mencapai redline (sekitar 7000 rpm), dengan rizor dibuktikan didepan customer, bahwa mobilnya sanggup mencapai 7500 rpm (di redline area) tanpa mengubah setting ECU dan mekanikal sama sekali (HP = torsi x rpm x konstanta, artinya HP meningkat)
bila keadaan memungkinkan kami juga melakukan uji top speed, untuk panther l25 yang loyo bila sudah mencapai 120 km per jam atau lebih, ternyata setelah pemasangan Rizor dapat mencapai 150 km per jam dengan waktu pencapaian yang lebih singkat.
* datang, lihat, buktikan, baru bayar :)
lihat juga http://edwin-aldrianto.blogspot.com/2008/11/benarkah-hasil-dynotest-ini.html
Pernah dalam suatu forum, saya melihat ada seseorang dengan bangganya mempost hasil dyno mesinnya (on wheel dyno). Kebetulan mobil yang dipasang alat peningkat performa naik horsepowernya dari 86 HP menjadi 130 HP :))
Klaim pabrik untuk mobil tersebut 78 HP (panther ls turbo) :-P , itupun klaim pabrik didasarkan atas pengukuran dyno di lab pabrik dan merupakan hasil terbaik, dan melakukan dyno atas flywheel (flywheel dyno)..
Jadi, bagaimana mungkin flywheel dyno dibandingkan dengan onwheel dyno hasil yang lebih bagus onwheel dyno seperti yang di posting oleh orang tersebut? :-P ketahuan bohongnya .... (you know who he is)
Lalu apa dong yang dilakukan oleh RIZOR untuk membuktikan kalau alat Max2A dan Max2B menghasilkan peningkatan tenaga? (torsi dan HP). Kan kita nggak mau beli kucing dalam karung :)
1. Kami melakukan uji akselerasi 0-100 km per jam sebelum pemakaian dan setelah pemasangan dengan metode kampung (stopwatch), kami jamin ada peningkatan akselerasi 0-100 lebih dari 1 detik, uji tersebut, dilakukan berkali-kali sampai customer puas (torsi meningkat)
2. Melakukan uji top rpm. Misal tadinya sebuah mobil BMW hanya sanggup mencapai redline (sekitar 7000 rpm), dengan rizor dibuktikan didepan customer, bahwa mobilnya sanggup mencapai 7500 rpm (di redline area) tanpa mengubah setting ECU dan mekanikal sama sekali (HP = torsi x rpm x konstanta, artinya HP meningkat)
bila keadaan memungkinkan kami juga melakukan uji top speed, untuk panther l25 yang loyo bila sudah mencapai 120 km per jam atau lebih, ternyata setelah pemasangan Rizor dapat mencapai 150 km per jam dengan waktu pencapaian yang lebih singkat.
* datang, lihat, buktikan, baru bayar :)
lihat juga http://edwin-aldrianto.blogspot.com/2008/11/benarkah-hasil-dynotest-ini.html
Cara Rizor menguji efisiensi bahan bakar
“Pola pengujian haruslah bersifat ADIL baik bagi Klien maupun Rizor”
Pengertian apple-to-apple seringkali digunakan oleh banyak pihak, tapi sepertinya filosofinya belum tentu sama dengan apa yang dimaksud oleh Rizor. Sebagai informasi, yang dimaksud oleh Rizor sebagai pengujian yang apple-to-apple adalah pengujian haruslah dilakukan terhadap MESIN yang SAMA serta POLA PEMBEBANAN OPERASI yang SAMA pula.
Sebagai contoh, pengujian yang dilakukan oleh Rizor untuk pemasangan alat di kendaraan seperti mobil atau mobil adalah sebagai berikut:
· Mobil dijalankan dengan menggunakan bahan bakar solar sebanyak 1 (satu) liter yang diletakkan dalam jerigen yang telah diberi ukuran sebagaimana layaknya botol ukur.
· RPM tidak boleh melebihi angka 2,000 pada tiap percepatan gigi.
· Kecepatan maksimum yang diijinkan adalah 80 km/jam.
· Sebelum pengukuran dilakukan, Odometer di-reset pada posisi 0 (nol) km.
Proses pengukuran dilakukan dengan menjalankan mobil sesuai ketentuan di atas, kemudian dipantau pertambahan kilometer dan berkurangnya bahan bakar solar pada jerigen. Selanjutnya mobil dijalankan sampai pada posisi bahan bakar solar pada jerigen benar-benar habis dan mobil harus berhenti untuk melihat seberapa jauh kilometer yang telah ditempuh pada Odometer.
Dari pengukuran Standar pada mobil tersebut katakanlah diperoleh hasil konsumsi BBM sebesar 8.0 km (delapan kilometer) per liter.
Setelah pengukuran konsumsi bahan bakar dalam kondisi Standar diperoleh, kemudian dilakukanlah pemasangan alat Rizor pada mesin mobil. Setelah pemasangan alat selesai, dimulailah proses pengujian pemakaian BBM pada mobil tersebut dalam kondisi sudah terpasang alat Rizor.
Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui berapa jarak yang ditempuh oleh mobil dengan cara yang sama persis dengan ketentuan pengujian Standar dalam posisi alat Rizor yang sudah terpasang. Syukur-syukur rute yang dijalanipun benar-benar sama.
Dari pengukuran menggunakan alat Rizor pada mobil katakanlah diperoleh hasil konsumsi BBM sebesar 9.0 km (sembilan kilometer) per liter.
Berdasarkan kedua hasil pengujian tersebut di atas, maka mobil tersebut mengalami efisiensi pemakaian BBM sebesar 12.50% (dua belas koma lima puluh persen). Hasil tersebut dijadikan landasan bagi Klien dalam menerbitkan Berita Acara Efisiensi yang kembali harus ditandatangani oleh pihak lapangan Klien dan Rizor.
Begitu pula halnya di genset (pembangkit). Pertama-tama, kami akan meminta kepada calon Klien untuk memberikan:
- Spesifikasi mesin yang akan dipasangkan alat Rizor
- Data operasional harian pemakaian BBM tiap mesin untuk periode 3 – 12 bulan terakhir
Dengan mengasumsikan kebenaran data yang diberikan Klien, maka langkah berikutnya adalah melakukan perhitungan RATA-RATA pola pembebanan operasi mesin tersebut selama periode tersebut di atas, barulah kami melakukan survey lapangan untuk:
- melihat secara langsung kondisi mesin
- melihat kondisi ruang pembangkit
- melakukan pengukuran-pengukuran yang dibutuhkan
- melakukan pengujian konsumsi BBM dengan pola pembebanan rata-rata hasil perhitungan berdasarkan data yang diterima
Bila ternyata setelah dilakukan pengujian saat survey terdapat ketidaksamaan hasil antara data dengan pengujian langsung di lapangan, maka hasil yang akan digunakan adalah hasil pengujian kami secara langsung di lapangan. Hasil pengujian lapangan tersebut akan digunakan sebagai acuan STANDAR sebelum dipasangkan alat Rizor dan ditandatangani oleh pihak lapangan Klien dan Rizor.
Setelah alatnya selesai kami buat, barulah kami akan melakukan pengujian kembali dengan kondisi alat Rizor yang sudah terpasang di mesin yang sama dengan pola pembebanan yang sama seperti pada waktu Standar. Hasil dengan kondisi terpasangnya alat Rizor pun harus dibuatkan berita acaranya dan ditandatangani oleh pihak lapangan Klien dan Rizor.
Perbedaan hasil antara Standar dengan terpasangnya alat Rizor itulah yang akan dijadikan hasil efisiensi resmi yang nantinya merupakan landasan bagi Klien dalam menerbitkan Berita Acara Efisiensi yang kembali harus ditandatangani oleh pihak lapangan Klien dan Rizor.
Thursday, 13 November 2008
Monday, 13 October 2008
Minyak Diesel (solar) pengganti minyak tanah sebagai bbm kompor
Minyak solar (diesel fuel), adalah kandidat terbaik sebagai pengganti minyak tanah (kerosene). Di saat minyak tanah semakin langka, dan gas LPG sebagai pengganti susah di dapat dan mahal sekali, belum lagi resiko yang jauh lebih besar daripada kompor minyak tanah, maka adalah suatu keharusan untuk mendayagunakan apa yang telah ada sebagai pengganti.
Dan yang tersedia dengan volume yang cukup mudah dan murah mendapatkannya adalah minyak solar (diesel fuel) seharga 5500 rupiah per liter.
Mengapa menggunakan minyak solar, dibandingkan minyak tanah:
1. Bau kompor dengan minyak solar lebih bersahabat daripada bau kompor minyak tanah.
2. Minyak solar mempunyai kandungan energi lebih tinggi, sehingga lebih hemat energi dibanding dengan minyak tanah.
3. Minyak solar mempunyai supply yang jauh lebih mudah didapatkan daripada minyak tanah.
4. Sumbu kompor akan lebih awet, karena minyak solar mengandung parafin.
5. Minyak tanah mempunyai sifat lebih volatile daripada minyak solar, jadi minyak solar lebih aman di simpan.
6. Harga pasar Internasional, minyak solar lebih murah daripada minyak tanah
Mengapa menggunakan minyak solar (dengan kompor minyak tanah) dibandingkan dengan kompor gas?
1. Harga minyak solar yg di subsidi, jauh lebih murah daripada gas LPG (yang juga di subsidi).
2. Minyak solar lebih aman, handling lebih sederhana. Kejadian kompor gas meledak, lebih banyak daripada kompor biasa (kompor minyak tanah/solar)
3. Lebih hemat energi, karena kandungan kalor dari fossil fuel, lebih besar daripada gas... :)
4. Memanfaatkan apa yang sudah ada, tidak perlu investasi baru untuk beli kompor gas.
5. Menghemat APBN, karena pengadaan kompor gas bersubsidi oleh pemerintah, membebani APBN.
6. Minyak solar, dapat dibeli ketengan (literan), sedangkan gas LPG, harus dibeli minimum 3 kilogram, itupun kadang langka ;))
Amankah memakai minyak solar? Apakah merusak lingkungan dan kompor?
Aman sekali, sudah diuji coba, terbukti dapat 100 persen menggantikan minyak tanah.
Dan yang tersedia dengan volume yang cukup mudah dan murah mendapatkannya adalah minyak solar (diesel fuel) seharga 5500 rupiah per liter.
Mengapa menggunakan minyak solar, dibandingkan minyak tanah:
1. Bau kompor dengan minyak solar lebih bersahabat daripada bau kompor minyak tanah.
2. Minyak solar mempunyai kandungan energi lebih tinggi, sehingga lebih hemat energi dibanding dengan minyak tanah.
3. Minyak solar mempunyai supply yang jauh lebih mudah didapatkan daripada minyak tanah.
4. Sumbu kompor akan lebih awet, karena minyak solar mengandung parafin.
5. Minyak tanah mempunyai sifat lebih volatile daripada minyak solar, jadi minyak solar lebih aman di simpan.
6. Harga pasar Internasional, minyak solar lebih murah daripada minyak tanah
Mengapa menggunakan minyak solar (dengan kompor minyak tanah) dibandingkan dengan kompor gas?
1. Harga minyak solar yg di subsidi, jauh lebih murah daripada gas LPG (yang juga di subsidi).
2. Minyak solar lebih aman, handling lebih sederhana. Kejadian kompor gas meledak, lebih banyak daripada kompor biasa (kompor minyak tanah/solar)
3. Lebih hemat energi, karena kandungan kalor dari fossil fuel, lebih besar daripada gas... :)
4. Memanfaatkan apa yang sudah ada, tidak perlu investasi baru untuk beli kompor gas.
5. Menghemat APBN, karena pengadaan kompor gas bersubsidi oleh pemerintah, membebani APBN.
6. Minyak solar, dapat dibeli ketengan (literan), sedangkan gas LPG, harus dibeli minimum 3 kilogram, itupun kadang langka ;))
Amankah memakai minyak solar? Apakah merusak lingkungan dan kompor?
Aman sekali, sudah diuji coba, terbukti dapat 100 persen menggantikan minyak tanah.
Perkerabatan minyak tanah dan solar
Minyak tanah, solar, bensin, avtur (bahan bakar pesawat) merupakan produk minyak bumi yang berintikan hidrokarbon (tersusun atas atom hidrogen dan karbon) serta sejumlah zat lain, seperti nitrogen, oksigen, sulfur, dan sejumlah kecil unsur logam. Produk-produk minyak bumi tersebut dipisahkan dengan cara distilasi. Temperatur distilasi akan menentukan produk yang dihasilkan dari minyak bumi. Minyak tanah (light kerosene) memiliki rentang rantai karbon dari C10 - C15, sedangkan solar antara C10 - C20 (sumber: Wikipedia). Perbedaan minyak tanah dengan kerosene untuk bahan bakar pesawat adalah bahwa pada minyak tanah masih terdapat banyak unsur pengotor, baik skala molekuler ataupun partikel (debris). Dengan kata lain, minyak tanah adalah kerosene dengan mutu rendah.
Thursday, 9 October 2008
Saat hasil kreatif di kuasai bangsa lain
see:
link ini
Komen:
link ini
Komen:
Ini memang tidak asing lagi, karya bangsa Indonesia, akhirnya di kuasai asing. Karena bangsa Indonesia, memang tidak pernah menghargai karya bangsa sendiri. Banyak hasil penelitian, penemuan, akhirnya di patentkan oleh bangsa lain. Berapa banyak ilmuwan cemerlang dan kreatif, akhirnya bekerja di Jerman, Malaysia dan USA?
Memang suratan takdir, tidak bisa diperbaiki lagi. Suatu saat, bangsa Indonesia menjadi konsumen dari hasil karya anak bangsa, yang di kuasai bangsa lain.
Monday, 6 October 2008
Ingin meningkatkan performa mesin bensin dan diesel anda?
Bagi para pengguna mobil bensin (EFI) ataupun mobil diesel yang kurang puas dengan performa dan efisiensi kendaraan anda, kami dari Rizor Maximizer menawarkan solusi untuk hal tersebut, berikut rincian produk kami :
1. Untuk mobil bermesin bensin
- Maximizer 2A : backpreasure control
- Rizor Fuel Filter
2. Untuk turbo diesel
- Maximizer 2B : backpreasure & turbo lag control
- Rizor Fuel Power (RFP): mengatur aliran BBM
- Rizor Fuel Filter
- Rizor Air Filter
3. Untuk Diesel non turbo
- Maximizer 2A : backpreasure control
- Rizor Fuel Power (RFP): mengatur aliran BBM
- Rizor Fuel Filter
- Rizor Air Filter
Menurut hasil uji coba majalah JIP edisi April 2007, Dengan pemasangan Rizor Full Option (Max2B + RFP + RFF + RAF), ford ranger turbo diesel ditingkatkan performanya 0-100 km per jam dari 23.06 detik, menjadi 19.22 detik (tes dengan vericom) . Konsumsi solar dari 10.2 km per liter menjadi 13.9 km per liter.
Bagi yang ingin mengetahui keterangan lebih lanjut
kunjungi website rizor
1. Untuk mobil bermesin bensin
- Maximizer 2A : backpreasure control
- Rizor Fuel Filter
2. Untuk turbo diesel
- Maximizer 2B : backpreasure & turbo lag control
- Rizor Fuel Power (RFP): mengatur aliran BBM
- Rizor Fuel Filter
- Rizor Air Filter
3. Untuk Diesel non turbo
- Maximizer 2A : backpreasure control
- Rizor Fuel Power (RFP): mengatur aliran BBM
- Rizor Fuel Filter
- Rizor Air Filter
Menurut hasil uji coba majalah JIP edisi April 2007, Dengan pemasangan Rizor Full Option (Max2B + RFP + RFF + RAF), ford ranger turbo diesel ditingkatkan performanya 0-100 km per jam dari 23.06 detik, menjadi 19.22 detik (tes dengan vericom) . Konsumsi solar dari 10.2 km per liter menjadi 13.9 km per liter.
Bagi yang ingin mengetahui keterangan lebih lanjut
kunjungi website rizor
Posting jadul dari turboman (part VIII)
--- In otomotif-l@yahoogroups.com, "aandysh" wrote:
Kijang LGX 2000 cc gasoline 1-RZ is a gas guzzler car, cousin saya
dulu punya, pada tahun ke 4 konsumsi BBM dalam kota jadi 1:5 - 1:6,
padahal kondisi mobil standard, ban standard, oli Repsol semi synth.
10W-40 driving style smooth, akhirnya dijual.
Kijang kapsul 1800 cc 7K EFI = menurut keterangan salah 1 member di
TKCC sistem injeksinya mirp BOSCH K-Jetronic spt di Mercy Tiger (era
80 an) dimana bensin ngocor terus, volume based only dan bukan
menyemprot secara pulsatis mengikuti buka - tutup klep spt mesin EFI
modern, akhirnya menjadi gas guzzler car juga walau enggak separah si
1RZ (CMIIW).
Kijang kapsul Diesel :
Kekurangan : suara mesin agak mengaung di RPM menengah, tetapi sudah
bisa diatasi dengan penggunaan Cetane booster yg berkualitas, suara
ngaung berkurang drastis.
Dengan Rizor Max. 1 & 2A saja (belum pakai RFP) middle acceleration 90
- 120 km/jam di tol kebun Jeruk saya pernah menempel Innova 2.0 VVT-i :D
Konsumsi BBM dengan solar yg berkualitas baik & cetane booster dosis
normal = luar kota dapat 1:15, dalam kota 1:10 - 1:11 <--- ini utk
mobil yg sudah berumur 4 tahun lebih !!
Low end Torque besar, masuk gigi 1, lepas kopling tanpa injak gas
mobil bisa jalan sendiri pelan2, mesin jalan smooth & nggak getar.
Dengan mesin yg sgt bandel, practically maintenance free, spare parts
relatif murah, mobil ini boleh dibilang Almost Perfect, kekurangan
hanya suara agak ngaung di RPM menengah, tetapi sudah bisa diatasi
dengan additive solar yg OK, saya benar2 bingung resale value nya bisa
kalah dengan Kijang kapsul 1.8 EFI....... LOL
Avanza / Xenia :
Irit, pajak tahunan murah, akselerasi gesit. Tapi konon RPM rendah
agak endut2 an dan bantingan ga seenak Kijang kapsul. Kalau buat
bujangan en nyetirnya dalam kota doank sih boleh laaaa :D
Panther LS :
Same as good as Kijang Diesel kapsul. Utk ride quality (comfort
factor) Panther lebih baik sedikit dr Kijang kapsul, Kijang kapsul
menang di handling.
Suara mesin = stasioner memang cukup terdengar, tetapi coba larikan di
atas 80 km/jam, apalagi jika mengunakan Maximizer dan ban yg low noise
spt Dunlop SP 2000.
IMHO : Panther kapsul justru suara dalam kabin paling senyap kalau
lari antara 80 - 110 km/jam (CMIIW).
Demikian sekedar sharing
A.S.
--- In otomotif-l@yahoogroups.com, "Deri Haroen" wrote:
>
> Dengan pertimbangan hemat biaya BBM dan hemat biaya perawatan, saya
> tambahkan pilihan lain dengan range harga Kijang LGX 2002 dan Avanza
G 2006
> : Isuzu Panther LS 2004 Face Lift
> Konsumsi BBM dalam kota 1:12, luar kota 1:14
> Perawatan rutin hanya perlu ganti oli dan filter, tidak perlu tune-up
> Untuk mendapatkan akselerasi dan top speed sebanding - bahkan
melebihi -
> kedua kandidat lainnya, hanya perlu melakaukan instalasi Rizor Maximizer
>
> Semoga membantu ... dan tambah bingung :-D
>
> thx n rgds,
> Deri
>
--- End forwarded message ---
Kijang LGX 2000 cc gasoline 1-RZ is a gas guzzler car, cousin saya
dulu punya, pada tahun ke 4 konsumsi BBM dalam kota jadi 1:5 - 1:6,
padahal kondisi mobil standard, ban standard, oli Repsol semi synth.
10W-40 driving style smooth, akhirnya dijual.
Kijang kapsul 1800 cc 7K EFI = menurut keterangan salah 1 member di
TKCC sistem injeksinya mirp BOSCH K-Jetronic spt di Mercy Tiger (era
80 an) dimana bensin ngocor terus, volume based only dan bukan
menyemprot secara pulsatis mengikuti buka - tutup klep spt mesin EFI
modern, akhirnya menjadi gas guzzler car juga walau enggak separah si
1RZ (CMIIW).
Kijang kapsul Diesel :
Kekurangan : suara mesin agak mengaung di RPM menengah, tetapi sudah
bisa diatasi dengan penggunaan Cetane booster yg berkualitas, suara
ngaung berkurang drastis.
Dengan Rizor Max. 1 & 2A saja (belum pakai RFP) middle acceleration 90
- 120 km/jam di tol kebun Jeruk saya pernah menempel Innova 2.0 VVT-i :D
Konsumsi BBM dengan solar yg berkualitas baik & cetane booster dosis
normal = luar kota dapat 1:15, dalam kota 1:10 - 1:11 <--- ini utk
mobil yg sudah berumur 4 tahun lebih !!
Low end Torque besar, masuk gigi 1, lepas kopling tanpa injak gas
mobil bisa jalan sendiri pelan2, mesin jalan smooth & nggak getar.
Dengan mesin yg sgt bandel, practically maintenance free, spare parts
relatif murah, mobil ini boleh dibilang Almost Perfect, kekurangan
hanya suara agak ngaung di RPM menengah, tetapi sudah bisa diatasi
dengan additive solar yg OK, saya benar2 bingung resale value nya bisa
kalah dengan Kijang kapsul 1.8 EFI....... LOL
Avanza / Xenia :
Irit, pajak tahunan murah, akselerasi gesit. Tapi konon RPM rendah
agak endut2 an dan bantingan ga seenak Kijang kapsul. Kalau buat
bujangan en nyetirnya dalam kota doank sih boleh laaaa :D
Panther LS :
Same as good as Kijang Diesel kapsul. Utk ride quality (comfort
factor) Panther lebih baik sedikit dr Kijang kapsul, Kijang kapsul
menang di handling.
Suara mesin = stasioner memang cukup terdengar, tetapi coba larikan di
atas 80 km/jam, apalagi jika mengunakan Maximizer dan ban yg low noise
spt Dunlop SP 2000.
IMHO : Panther kapsul justru suara dalam kabin paling senyap kalau
lari antara 80 - 110 km/jam (CMIIW).
Demikian sekedar sharing
A.S.
--- In otomotif-l@yahoogroups.com, "Deri Haroen"
>
> Dengan pertimbangan hemat biaya BBM dan hemat biaya perawatan, saya
> tambahkan pilihan lain dengan range harga Kijang LGX 2002 dan Avanza
G 2006
> : Isuzu Panther LS 2004 Face Lift
> Konsumsi BBM dalam kota 1:12, luar kota 1:14
> Perawatan rutin hanya perlu ganti oli dan filter, tidak perlu tune-up
> Untuk mendapatkan akselerasi dan top speed sebanding - bahkan
melebihi -
> kedua kandidat lainnya, hanya perlu melakaukan instalasi Rizor Maximizer
>
> Semoga membantu ... dan tambah bingung :-D
>
> thx n rgds,
> Deri
>
--- End forwarded message ---
Friday, 3 October 2008
Posting jadul dari turboman (part VII)
--- In innovacommunity@yahoogroups.com , "aandysh" wrote:
Penasaran dengan seberapa jauh efek positive yang disumbang oleh 2B
pada mesin "lulusan" Phoenix, maka ane memutuskan utk melakukan
percobaan bila mesin berjalan tanpa Max. 2B sebagai Surge Control
Device (SCD)
Selang2 Max. 2B dilepas, lubang2 pada saluran intake ane tambal pake
karet ban dalam sepeda, kemudian di klem kembali dgn kuat serta diberi
lakban hitam.
Rute test :
Jalan Latumaten mulai dari rel kereta s/d U turn dekat Latumeten City,
lanjut ke Kyai Tapa, muter depan Roxy Square hingga depan Usakti balik
lagi sebanyak 2X.
Resultnya :
Tanpa Max. 2B / SCD mesin juga mampu mengeluarkan Powernya, tetapi
ibarat orang yg PUP / BAB dia harus ngeden dulu dikit baru Plungg,
laksana orang yg kurang makan serat.
Sedang dengan 2B / SCD mesin mendeliver Power ibarat orang BAB
langsung Plunggg, tanpa harus banyak ngeden.
Difference :
Without 2B / SCD:
RPM 2000 - 3000 response mesin terasa lebih lambat
Jalan dgn RPM 1500 - 1800 ketika mau narik, gas hrs dibejek agak
sedikit dalam sampai gigi downshift (soft kickdown), RPM melintir dulu
ke 2200 barulah mobil melaju
Suara Turbo tidak begitu terdengar
Ketika 2B / SCD dipasang kembali :
RPM 2000 - 3000 response mesin lebih cepat
Jalan dgn RPM 1500 - 1800 ketika mau narik, gas cukup di toel dikit
dan segera terasa "tendangan" mesin, tanpa harus downshift mobil lgs
melaju.
Suara Turbo lebih terdengar, tanda bahwa fungsi "Surge release"
bekerja, Max. 2B membuat Turbin tetap spin on sehingga boost selalu
tersedia setiap saat.
Kesimpulan :
Max. 2B / SCD tidak membuat mesin menghasilkan peningkatan peak Power
& torque yg drastis tetapi di sini dia mengoptimalkan kinerja mesin
Turbo, membuat Turbin pada Turbo tetap spin on, menjaga agar tidak
terjadi "Power Loss" pada RPM & situasi tertentu spt ketika deselerasi
yg dilanjut dengan akselerasi lagi dgn cepat, membantu membuat mesin
Turbo serasa mesin Normal aspirated.
Tuning - tuning mbah Dukun memperbaiki kekurangan2 pada 2 KD-FTV yg
diakibatkan oleh pemrograman ECU yg sedemikian rupa oleh pabrik.
Maka Max. 2B / SCD dengan teknik tuning mbah Dukun serta GC adalah
saling melengkapi , dimana tercapainya Power, Speed, Response,
tercapainya kenikmatan berkendara serta mendukung terciptanya Eco
Drving mode (Gas toel dikit lgs ngacir, ganti gigi di 1800 - 2000 RPM).
Rekomendasi bagi user yg ingin D4 D nya lebih mak nyuss :
1. Aplikasikan dahulu segala teknik tuning Phoenix (paket kumplit
spesial pake telornya)
2. Free flow air filter & Rounding Down Pipe (optional)
3. Barulah install Max. 2B / SCD
Max. 2B / SCD direkomendasikan bagi yg sering mengemudikan mobilnya
sendiri / tanpa sopir & juga demen nyetir cepat.
Sesudah mechanical device komplit, kalau kurang bisa lanjut ke DASTEK.
Alternatif2 serupa dengan Max. 2B (Surge Control device) :
Blow off Valve (banyak merek)
Turbonetics CBV/BOV (Compressor By Pass Valve / Blow Off Valve)
So bagi yg sudah punya BOV atau CBV/BOV tidak perlu lagi beli Max. 2B,
utk BOV bisa diakalin dengan membuat saluran agar angin yg dikeluarkan
bisa balik lagi masuk ke inlet Turbo :DD
UTk DC bisa di survei mana yg paling ekonomis atau mungkin ada yg
berminat utk bikin sendiri ? hehehehheehh........
A.S.
--- End forwarded message ---
Penasaran dengan seberapa jauh efek positive yang disumbang oleh 2B
pada mesin "lulusan" Phoenix, maka ane memutuskan utk melakukan
percobaan bila mesin berjalan tanpa Max. 2B sebagai Surge Control
Device (SCD)
Selang2 Max. 2B dilepas, lubang2 pada saluran intake ane tambal pake
karet ban dalam sepeda, kemudian di klem kembali dgn kuat serta diberi
lakban hitam.
Rute test :
Jalan Latumaten mulai dari rel kereta s/d U turn dekat Latumeten City,
lanjut ke Kyai Tapa, muter depan Roxy Square hingga depan Usakti balik
lagi sebanyak 2X.
Resultnya :
Tanpa Max. 2B / SCD mesin juga mampu mengeluarkan Powernya, tetapi
ibarat orang yg PUP / BAB dia harus ngeden dulu dikit baru Plungg,
laksana orang yg kurang makan serat.
Sedang dengan 2B / SCD mesin mendeliver Power ibarat orang BAB
langsung Plunggg, tanpa harus banyak ngeden.
Difference :
Without 2B / SCD:
RPM 2000 - 3000 response mesin terasa lebih lambat
Jalan dgn RPM 1500 - 1800 ketika mau narik, gas hrs dibejek agak
sedikit dalam sampai gigi downshift (soft kickdown), RPM melintir dulu
ke 2200 barulah mobil melaju
Suara Turbo tidak begitu terdengar
Ketika 2B / SCD dipasang kembali :
RPM 2000 - 3000 response mesin lebih cepat
Jalan dgn RPM 1500 - 1800 ketika mau narik, gas cukup di toel dikit
dan segera terasa "tendangan" mesin, tanpa harus downshift mobil lgs
melaju.
Suara Turbo lebih terdengar, tanda bahwa fungsi "Surge release"
bekerja, Max. 2B membuat Turbin tetap spin on sehingga boost selalu
tersedia setiap saat.
Kesimpulan :
Max. 2B / SCD tidak membuat mesin menghasilkan peningkatan peak Power
& torque yg drastis tetapi di sini dia mengoptimalkan kinerja mesin
Turbo, membuat Turbin pada Turbo tetap spin on, menjaga agar tidak
terjadi "Power Loss" pada RPM & situasi tertentu spt ketika deselerasi
yg dilanjut dengan akselerasi lagi dgn cepat, membantu membuat mesin
Turbo serasa mesin Normal aspirated.
Tuning - tuning mbah Dukun memperbaiki kekurangan2 pada 2 KD-FTV yg
diakibatkan oleh pemrograman ECU yg sedemikian rupa oleh pabrik.
Maka Max. 2B / SCD dengan teknik tuning mbah Dukun serta GC adalah
saling melengkapi , dimana tercapainya Power, Speed, Response,
tercapainya kenikmatan berkendara serta mendukung terciptanya Eco
Drving mode (Gas toel dikit lgs ngacir, ganti gigi di 1800 - 2000 RPM).
Rekomendasi bagi user yg ingin D4 D nya lebih mak nyuss :
1. Aplikasikan dahulu segala teknik tuning Phoenix (paket kumplit
spesial pake telornya)
2. Free flow air filter & Rounding Down Pipe (optional)
3. Barulah install Max. 2B / SCD
Max. 2B / SCD direkomendasikan bagi yg sering mengemudikan mobilnya
sendiri / tanpa sopir & juga demen nyetir cepat.
Sesudah mechanical device komplit, kalau kurang bisa lanjut ke DASTEK.
Alternatif2 serupa dengan Max. 2B (Surge Control device) :
Blow off Valve (banyak merek)
Turbonetics CBV/BOV (Compressor By Pass Valve / Blow Off Valve)
So bagi yg sudah punya BOV atau CBV/BOV tidak perlu lagi beli Max. 2B,
utk BOV bisa diakalin dengan membuat saluran agar angin yg dikeluarkan
bisa balik lagi masuk ke inlet Turbo :DD
UTk DC bisa di survei mana yg paling ekonomis atau mungkin ada yg
berminat utk bikin sendiri ? hehehehheehh........
A.S.
--- End forwarded message ---
Thursday, 2 October 2008
Posting jadul dari turboman (part VI)
----- from http://www.modifikasi.com/showthread.php?t=5956 (thread panas, hehehe) ----
Berhubung di forum ini banyak speedgoers / speedmania, saya jadi ingin sharing sedikit ttg performance improvement utk minibus Diesel.
Bagi rekan2 yg ingin meningkatkan performa minibus Dieselnya, di bawah ini ada tips2 yg bisa dipertimbangkan, dengan catatan kondisi mesin prima & kondisi pompa injeksi prima :
I. Panther Normal aspirated (mesin C 223 / 4JA1), Kijang Diesel kapsul, Mits. Kuda Diesel :
1. Rizor Maximizer 1 & 2A
2. Rizor RFP, Rizor Free flow fuel filter (RFF)
3. Free flow air filter (ada bbrp option)
4. Exhaust upgrading
II. Panther LS AT, LS Turbo manual, Touring A/T & M/T, Mitsu L 200 Strada 2,5 L. Turbo, Ford Ranger / Everest :
1. Rizor Maximizer 1, 2B, RFP, RFF
2. Free flow air filter
3. Khusus utk Panther : Free flow muffler, pakai replika Mercy 200 ditambah pre muffler free flow di depannya. (Kalau Mitsu Strada / F. Everest pakai pipa exhaust 2,5 inchi maka bisa juga pakai muffler Mercy 200)
4. Khusus utk Panther : Boost turbo dinaikkan dari 0,36 bar ke 0,5 bar (program Power Up di Bengkel resmi)
Dulu LS AT saya dengan konfigurasi di atas hasilnya lumayan, dengan ban 215/60 R 16 (Camry punya) serta kabin full peredam (tambah berat bbrp puluh kg.) dari start lampu merah s/d 100 km/jam bisa menempel di belakang Toyota Limo (Vios versi taxi).
Di tol juga lumayan, bisa membuntuti Corolla Twin Cam 1800 cc standard s/d kec 140 km/jam.
Kons. BBM dalam kota bila nyetir santai dapat 1:10 - 1:10,5 utk luar kota dapat 1:13 - 1:13,5
Menariknya juga dengan aplikasi Max. 1 & RFP, suara mesin turun sekitar 4 - 5 dB.
Seorang rekan di Cikarang yg LS AT nya sudah di Power Up + Rizor Full Option akselerasi dari diam (standing acceleration) lebih gesit dr Kuda Grandia 2.0 MPI milik tetangganya, yg disuruh coba sang supir tetangga yg sehari hari bawa Grandia tsb.
Karena mobil rekan saya tsb. dalam kondisi standard, di jalan tol kons. BBM nya pernah diukur mencapai 1:16 dengan kondisi nyetir santai lari 100 plus minus, AC on, bawa penumpang 4 - 5 orang.
Kalau sudah begini asal jangan lupa shock & rem juga harus diperhatikan.
Salam Diesel Performance
Berhubung di forum ini banyak speedgoers / speedmania, saya jadi ingin sharing sedikit ttg performance improvement utk minibus Diesel.
Bagi rekan2 yg ingin meningkatkan performa minibus Dieselnya, di bawah ini ada tips2 yg bisa dipertimbangkan, dengan catatan kondisi mesin prima & kondisi pompa injeksi prima :
I. Panther Normal aspirated (mesin C 223 / 4JA1), Kijang Diesel kapsul, Mits. Kuda Diesel :
1. Rizor Maximizer 1 & 2A
2. Rizor RFP, Rizor Free flow fuel filter (RFF)
3. Free flow air filter (ada bbrp option)
4. Exhaust upgrading
II. Panther LS AT, LS Turbo manual, Touring A/T & M/T, Mitsu L 200 Strada 2,5 L. Turbo, Ford Ranger / Everest :
1. Rizor Maximizer 1, 2B, RFP, RFF
2. Free flow air filter
3. Khusus utk Panther : Free flow muffler, pakai replika Mercy 200 ditambah pre muffler free flow di depannya. (Kalau Mitsu Strada / F. Everest pakai pipa exhaust 2,5 inchi maka bisa juga pakai muffler Mercy 200)
4. Khusus utk Panther : Boost turbo dinaikkan dari 0,36 bar ke 0,5 bar (program Power Up di Bengkel resmi)
Dulu LS AT saya dengan konfigurasi di atas hasilnya lumayan, dengan ban 215/60 R 16 (Camry punya) serta kabin full peredam (tambah berat bbrp puluh kg.) dari start lampu merah s/d 100 km/jam bisa menempel di belakang Toyota Limo (Vios versi taxi).
Di tol juga lumayan, bisa membuntuti Corolla Twin Cam 1800 cc standard s/d kec 140 km/jam.
Kons. BBM dalam kota bila nyetir santai dapat 1:10 - 1:10,5 utk luar kota dapat 1:13 - 1:13,5
Menariknya juga dengan aplikasi Max. 1 & RFP, suara mesin turun sekitar 4 - 5 dB.
Seorang rekan di Cikarang yg LS AT nya sudah di Power Up + Rizor Full Option akselerasi dari diam (standing acceleration) lebih gesit dr Kuda Grandia 2.0 MPI milik tetangganya, yg disuruh coba sang supir tetangga yg sehari hari bawa Grandia tsb.
Karena mobil rekan saya tsb. dalam kondisi standard, di jalan tol kons. BBM nya pernah diukur mencapai 1:16 dengan kondisi nyetir santai lari 100 plus minus, AC on, bawa penumpang 4 - 5 orang.
Kalau sudah begini asal jangan lupa shock & rem juga harus diperhatikan.
Salam Diesel Performance
Posting jadul dari turboman (part V)
dari serayamotor.com
------------------------ begin -------------------
IMHO :
Bila mesin Frontier menggunakan sistem pompa injeksi sekelas VP 44 / VRZ / VP 37 (Distributor Axial) maka ini merupakan kabar baik.
Bila injector kotor maka bisa dilakukan proses Purging secara manual, 1 botol Liqui Moly Diesel Purge di Jkt cuman 80 rebuan.
Utk meningkatkan performa bisa install Rizor Maximizer Full Option yg terdiri dari :
Max. 1
Max. 2B
RFP
RFF
Biayanya masih jauh lebih murah daripada ganti chip / install Superchip.
So kalau sudah install Maximizer Full Option nanti jangan kaget kalau Frontier larinya akan ngacir & kaget karena tidak menyangka kok mesin Diesel suaranya bisa halus & performanya kayak mesin bensin........
------------------------ begin -------------------
IMHO :
Bila mesin Frontier menggunakan sistem pompa injeksi sekelas VP 44 / VRZ / VP 37 (Distributor Axial) maka ini merupakan kabar baik.
Bila injector kotor maka bisa dilakukan proses Purging secara manual, 1 botol Liqui Moly Diesel Purge di Jkt cuman 80 rebuan.
Utk meningkatkan performa bisa install Rizor Maximizer Full Option yg terdiri dari :
Max. 1
Max. 2B
RFP
RFF
Biayanya masih jauh lebih murah daripada ganti chip / install Superchip.
So kalau sudah install Maximizer Full Option nanti jangan kaget kalau Frontier larinya akan ngacir & kaget karena tidak menyangka kok mesin Diesel suaranya bisa halus & performanya kayak mesin bensin........
Posting jadul dari turboman (part IV)
--- In taft-diesel-indonesia@yahoogroups.com , "aandysh"
wrote:
Mesin diesel lambat & berisik ? ya....itu dulu......tetapi
sekarang......ceritanya menjadi lain :-)
Berikut adalah hasil sharing para member Panther-mania yang telah
mengaplikasikan metode tuning yg tepat pada Isuzu Panthernya :
Isuzu Panther Grand Royal th.1996 milik teman saya,setelah ikut
"diracuni" dengan pemasanagan S/A Bilstein didepan & S/A Monroe
dibelakang + Karet balon pada lima pintu ; Hari Sabtu kemarin di
"racuni" lagi dgn Rizor Max 2A ,RFP & Rizor Fuel Filter (Rizor Air
Filter lagi habis stocknya) ;
Pasang di Kuricang ; langsung di geber di jalan tol
Serpong-Bintaro-Pondok Indah ;kecepatan 155 kmph lebih cepat tercapai
& Si Panther menempel Honda CRV (kebetulan jalan agak sepi) ;
Pada jalan menanjak dgn mudah masih bisa digeber diatas 120 kmph ;
Shock Absorber bekerja sangat baik pada kecepatan tinggi & jalan yang
berliku ; Kebisingan mesin tidak terlalu mengganggu dalam kabin walau
mobil digeber sampai kecepatan tinggi.......;Suara audio masih sangat
enak didengar walau rpm sudah diatas 3500 ;
Konsumsi bbm belum diketahui ; tapi Bos Ricky bilang pasti akan lebih
hemat ...........
Sekedar testimony ;
Regards
PM member
Jadi pingin nimbrung,
Minggu 30 Nov 2005, Touring 2004 aku pasangin rizor yg
kelas ekonomi RFP dan RFF (RAF lg kosong), babe Ricky
usulin ganti Air Filter Standard yg lama dgn yang baru
krn yg lama udah penuh debu. Sore abis masang Rizor
Cari AF ISPAN dan ketemu di Shop & Drive bintaro cuma
ada AF yg punya Toki. Begitu diganti, montirnya
ngomong " Suara mesin mobilnya alus bener !" Aku cuma
senyum aja. Tapi setelah dicoba di tol Bintaro-BSD +
Tol Serpong-Jakarta, jadi ngakak coy .... Tokinov
lewat boo... 155 kmph tembus untung keburu sadar krn
kaget juga, kalo dipaksain mah bisa 160 kmph. , dulu
itu pernah nyoba cuma 135 kmph lebih dikit dan pedal
gas udah mentok.
Trus test lagi Jakarta Garut PP lewat Cipularang,
Solar 1:12, speed 100 - 120 kmph pernah nyoba juga
sampe 150 mph. Gak kalah lari sama CRV dan Tokinov.
- another PM member -
cuma 1 dulu testimoninya : bintaro sektor 9 - pasar minggu : 11 menit
35 detik, top speed 165 km/h di 4500 (kok bisa ya?) fuel consumption :
not tested ; yang ngebuntutin n coba nyalip : honda CR-V 2.4 i-vtec,
corona absolute 2.0, tokinov 2.5V (diesel) n tokinov 2.0G (berhasil
nyalip? iya, stlh gw keluar pintu tol ps minggu)... driving style :
agressive (diesel mode)
- also another PM member -
Taft anda mau perform far better than standard condition ? Performance
improvement sekaligus fuel economy improvement ? Tentu saja bisa :D
salam Diesel Performance
A.S.
--- End forwarded message ---
wrote:
Mesin diesel lambat & berisik ? ya....itu dulu......tetapi
sekarang......ceritanya menjadi lain :-)
Berikut adalah hasil sharing para member Panther-mania yang telah
mengaplikasikan metode tuning yg tepat pada Isuzu Panthernya :
Isuzu Panther Grand Royal th.1996 milik teman saya,setelah ikut
"diracuni" dengan pemasanagan S/A Bilstein didepan & S/A Monroe
dibelakang + Karet balon pada lima pintu ; Hari Sabtu kemarin di
"racuni" lagi dgn Rizor Max 2A ,RFP & Rizor Fuel Filter (Rizor Air
Filter lagi habis stocknya) ;
Pasang di Kuricang ; langsung di geber di jalan tol
Serpong-Bintaro-Pondok Indah ;kecepatan 155 kmph lebih cepat tercapai
& Si Panther menempel Honda CRV (kebetulan jalan agak sepi) ;
Pada jalan menanjak dgn mudah masih bisa digeber diatas 120 kmph ;
Shock Absorber bekerja sangat baik pada kecepatan tinggi & jalan yang
berliku ; Kebisingan mesin tidak terlalu mengganggu dalam kabin walau
mobil digeber sampai kecepatan tinggi.......;Suara audio masih sangat
enak didengar walau rpm sudah diatas 3500 ;
Konsumsi bbm belum diketahui ; tapi Bos Ricky bilang pasti akan lebih
hemat ...........
Sekedar testimony ;
Regards
PM member
Jadi pingin nimbrung,
Minggu 30 Nov 2005, Touring 2004 aku pasangin rizor yg
kelas ekonomi RFP dan RFF (RAF lg kosong), babe Ricky
usulin ganti Air Filter Standard yg lama dgn yang baru
krn yg lama udah penuh debu. Sore abis masang Rizor
Cari AF ISPAN dan ketemu di Shop & Drive bintaro cuma
ada AF yg punya Toki. Begitu diganti, montirnya
ngomong " Suara mesin mobilnya alus bener !" Aku cuma
senyum aja. Tapi setelah dicoba di tol Bintaro-BSD +
Tol Serpong-Jakarta, jadi ngakak coy .... Tokinov
lewat boo... 155 kmph tembus untung keburu sadar krn
kaget juga, kalo dipaksain mah bisa 160 kmph. , dulu
itu pernah nyoba cuma 135 kmph lebih dikit dan pedal
gas udah mentok.
Trus test lagi Jakarta Garut PP lewat Cipularang,
Solar 1:12, speed 100 - 120 kmph pernah nyoba juga
sampe 150 mph. Gak kalah lari sama CRV dan Tokinov.
- another PM member -
cuma 1 dulu testimoninya : bintaro sektor 9 - pasar minggu : 11 menit
35 detik, top speed 165 km/h di 4500 (kok bisa ya?) fuel consumption :
not tested ; yang ngebuntutin n coba nyalip : honda CR-V 2.4 i-vtec,
corona absolute 2.0, tokinov 2.5V (diesel) n tokinov 2.0G (berhasil
nyalip? iya, stlh gw keluar pintu tol ps minggu)... driving style :
agressive (diesel mode)
- also another PM member -
Taft anda mau perform far better than standard condition ? Performance
improvement sekaligus fuel economy improvement ? Tentu saja bisa :D
salam Diesel Performance
A.S.
--- End forwarded message ---
Posting jadul dari turboman (part III)
Prends :
Buat minibus mesin diesel generasi tuwe ini ada tips utk membuatnya
lebih "manusiawi" bila mesin udah berisik, bergetar & berasap :
1. Purging Nozzle & Injector pakai Liqui Moly Diesel Purge. Nanti
lihat & dengar deh lewat 1 hari sesudahnya.
2. Kalau mobil sudah di atas 3 tahun ganti karet engine mounting.
Karet engine mounting Panther / Kijang diesel itu murah.
3. Install karet balon, pasang peredam di kabin, firewall dalam, pintu
depan (utk Kuda, Panther & Kijang kapsul).
4. Campurkan "racun" ke tangki solar, yang paling simple Powerfuel 10
ml utk 1 tangki full tank, yang lebih advance Redline 85+ sebanyak 40
ml setiap isi full tank, kalau mau lebih top dan biayanya masih
ekonomis bisa bikin ramuan cocktail mix :
50 ml BioAdd + 10 ml Powerfuel + 40 ml Redline 85+, utk 50 - 80 liter
solar, campuran cocktail mix ini hanya menambah biaya Rp. 200 - 250 /
l. dengan result suara mesin lebih halus, performa lebih baik,
konsumsi solar tambah irit, usia filter solar lebih panjang.
Alternative lain : mix solar biasa + DEX dengan ratio 3:1
5. Dan yang paling advance : Install Rizor Maximizer 1 / 2A / RFP,
nanti jangan kaget kalau suara mesin diesel anda turun 3 - 5 dB,
getaran berkurang, asap berkurang jauh..............udah itu juga
jangan kaget kalau larinya jadi ngacir kayak mesin bensin & konsumi
BBM jadi lebih irit :D
Salam Diesel Performance
Buat minibus mesin diesel generasi tuwe ini ada tips utk membuatnya
lebih "manusiawi" bila mesin udah berisik, bergetar & berasap :
1. Purging Nozzle & Injector pakai Liqui Moly Diesel Purge. Nanti
lihat & dengar deh lewat 1 hari sesudahnya.
2. Kalau mobil sudah di atas 3 tahun ganti karet engine mounting.
Karet engine mounting Panther / Kijang diesel itu murah.
3. Install karet balon, pasang peredam di kabin, firewall dalam, pintu
depan (utk Kuda, Panther & Kijang kapsul).
4. Campurkan "racun" ke tangki solar, yang paling simple Powerfuel 10
ml utk 1 tangki full tank, yang lebih advance Redline 85+ sebanyak 40
ml setiap isi full tank, kalau mau lebih top dan biayanya masih
ekonomis bisa bikin ramuan cocktail mix :
50 ml BioAdd + 10 ml Powerfuel + 40 ml Redline 85+, utk 50 - 80 liter
solar, campuran cocktail mix ini hanya menambah biaya Rp. 200 - 250 /
l. dengan result suara mesin lebih halus, performa lebih baik,
konsumsi solar tambah irit, usia filter solar lebih panjang.
Alternative lain : mix solar biasa + DEX dengan ratio 3:1
5. Dan yang paling advance : Install Rizor Maximizer 1 / 2A / RFP,
nanti jangan kaget kalau suara mesin diesel anda turun 3 - 5 dB,
getaran berkurang, asap berkurang jauh..............udah itu juga
jangan kaget kalau larinya jadi ngacir kayak mesin bensin & konsumi
BBM jadi lebih irit :D
Salam Diesel Performance
Subscribe to:
Posts (Atom)
